Media Pahat Apa Saja Yang Bisa di Pahat

Pertama kali yang dibutuhkan ketika akan memahat adalah media yang akan dipahat. Seni pahat merupakan seni rupa, kesenian, dan kerajinan. Memahat juga dibutuhkan keahlian khusus, sehingga hasil pahatan yang sering kita temui dengan nama patung. Nah, ternyata memahat tidak hanya dengan satu media loh. Memahat bisa dengan berbagai media.

Keberadaan patung yang banyak dijumpai di kawasan candi yang merupakan tempat ibadah beberapa umat beragama. Mereka menjadikan patung sebagai salah satu bagian prosesi ritual yang dilakukan. Di Indonesia sendiri patung yang berkembang pada awalnya muncul dengan pengaruh besar dari agama Buddha dan Hindu.

Namun pada saat ini, perkembangan seni pahat ini semakin meluas. Hasil karya yang dihasilkan tidak saja ditujukan untuk prosesi ritual agama saja. Namun, seni ini sudah lebih merujuk pada proses penciptaan hasil karya yang indah sebagaimana pengertian seni secara umum. Itulah mengapa, jika sebelumnya media yang digunakan dalam seni pahat hanya menggunakan media keras, seperti batu, kini pemahaman itu sudah bergeser.

Pada saat ini, media yang bisa dipahat semakin banyak ragamnya. Media-media  yang dipilih untuk dipahat pun, disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan. Tidak sedikit karya pahatan yang dihasilkan, merupakan benda yang tidak bisa bertahan lama sebagaimana jika menggunakan media pahatan yang keras seperti batu.

Hasil karya pahatan pun semakin banyak dijumpai. Mulai dari pintu rumah, furnitur rumah, gerbang, cincin, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menggemari hasil karya seni ukir yang dianggap mampu memberikan estetika keindahan. Tidak hanya itu, juga menambah kesan yang kuat pada benda yang di sekitarnya terdapat seni ukir.

Beberapa jenis benda yang pada saat ini sering menjadi media untuk dipahat antara lain adalah:

  1. Batu

Media ukiran dengan batu merupakan media yang paling awal digunakan. Sejak manusia purba, mereka sudah sering mengukir di atas batu, atau juga di dinding gua di mana mereka tinggal. Selain itu, ukiran pada batu juga menjadi media pembuatan surat berharga di masa kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prasasti yang berisi perjanjian penting yang dibuat oleh para penguasa kerajaan di masa lalu. Mereka menggunakan batu, dengan tujuan agar proses perjanjian yang dibuat tidak mudah hilang dan rusak.

  1. Kayu

Media kayu adalah media yang paling banyak digunakan sebagai media untuk membuat pahatan atau ukiran. Hal ini karena dengan media kayu, proses memahat tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Lain halnya jika ukiran dilakukan di atas batu yang membutuhkan proses lebih berat dan rumit. Selain itu, dengan mengukir di atas kayu, motif yang membutuhkan detail sekecil apa pun, memungkinkan untuk dibuat dengan adanya ketelitian.

  1. Logam

Ukiran yang dilakukan di atas logam, banyak dilakukan oleh perajin perhiasan. Ukiran ini dibuat, untuk memberikan kesan indah pada logam yang diolah menjadi berbagai macam produk seperti cincin, kalung atau juga anting-anting. Logam yang banyak digunakan sebagai media memahat ini antara lain emas, perak, perunggu atau juga alpaka.

  1. Es

Pahatan dengan menggunakan media es ini merupakan jenis kreasi baru dalam seni memahat. Penggunaan es sebagai media pahatan ini ditujukan sebagai hiasan dalam sebuah kegiatan. Namun karena sifatnya, es menjadi media yang bisa dipahat hanya untuk waktu yang pendek saja.

Diatas adalah beberapa media yang bisa digunakan untuk memahat. Semoga bermanfaat 🙂

JASA PEMBUATAN PATUNG – SENI JUAL PATUNG JOGJA – KERAJINAN PATUNG – SENI PATUNG JOGJA – PRODUKSI PATUNG JOGJA – Hima Gallery sebagai Pusat Pembuatan Patung yang berlokasi di Yogyakarta. Kami sudah berpengalaman puluhan tahun dalam jasa pembuatan patung. Patung yang kami buat berkualitas karena dikerjakan oleh tenaga ahli dan terampil di bidangnya. Untuk pemesanan KLIK! DISINI | HOTLINE : 0818 0400 8755

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *